Tuesday, January 22, 2013

Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional [RSBI]



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menghentikan pengembangan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mulai tahun ini, menyusul akan dilakukannya evaluasi terhadap program itu.

“Selama ini banyak bermunculan wacana mengenai keburukan RSBI. Kami bersama DPR akan melakukan evaluasi dan riset tentang keberadaan RSBI ini,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Profesor Musliar Kasim seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan 2012, di Hotel Clarion, Makassar, Ahad malam, 17 Juni 2012.

Beliau menilai selama ini rata-rata siswa yang memperoleh angka tertinggi dalam pelaksanaan ujian akhir nasional merupakan alumni RSBI. Meskipun Musliar menyadari tarif RSBI cukup tinggi, ia mengatakan, tidak ada alasan bagi RSBI untuk tidak mengakomodasi siswa dari kalangan kurang mampu. Sebab, menurut dia, berdasarkan instruksi pemerintah, RSBI menyiapkan kuota 20 persen bagi siswa dari kalangan tidak mampu, yang tidak dipungut bayaran.

Selain itu, Musliar menambahkan, keberadaan RSBI sebagai upaya pemerintah menghadirkan lembaga pendidikan yang bermutu dan berstandar internasional, baik di tingkat sekolah dasar, menengah pertama, maupun di tingkat sekolah menengah atas.

Untuk memperoleh status RSBI, kata dia, pihak sekolah terlebih dahulu harus memenuhi status Sekolah Standar Nasional. “Diharapkan setiap kabupaten/kota memiliki RSBI,” ujarnya.



Sementara itu, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M Nuh, yang menghentikan pendirian sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tahun ajaran 2011/2012, dinilai tepat oleh pengamatan pendidikan Prof Daniel M Rosyid PhD.

Menurut Daniel, belum saatnya RSBI diterapkan di Indonesia. Sebab, lebih baik Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) fokus pada pemerataan pendidikan agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

"Keputusan penghentian pendirian RSBI sampai Kemdiknas selesai melakukan evaluasi harus disambut baik," jelas Daniel, Senin (14/3).

Menurutnya, munculnya sekolah berlabel RSBI membuat banyak sekolah biasa berlomba-lomba ingin mendapatkan status RSBI dengan berbagai cara. Tujuannya agar terbentuk opini di masyarakat yang menganggap sekolah itu sebagai sekolah internasional.

Daniel menilai, dalam praktiknya RSBI banyak yang menyalahi aturan. "Penerapan alokasi 20 persen bagi siswa miskin penerima beasiswa banyak yang dilanggar pengurus sekolah berstatus RSBI," ungkapnya.

Daniel menyatakan, seharusnya status RSBI merupakan penilaian yang dilakukan oleh Kemdiknas dan masyarakat. Bukan klaim sepihak yang dilakukan pengurus sekolah. Karena itu, evaluasi wajib dilakukan dalam bentuk audit kepada sekolah atas informasi statusnya sebagai RSBI yang telah tersebar di masyarakat.

"Kalau hanya klaim sekolah, dikhawatirkan terjadi pembohongan publik," terang mantan ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur (Jatim) tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Dr Harun MM, akan mematuhi perintah Kemdiknas untuk menghentikan pendirian RSBI di wilayahnya. Pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap seluruh sekolah berlabel RSBI. Di Jatim sendiri terdapat 164 sekolah berstatus RSBI, yang terdiri 6 SD, 66 SMP, 49 SMA, dan 43 SMK.

Jika terdapat sekolah yang tidak ada bedanya dengan sekolah umum, ungkap Haruns, status RSBI sekolah bersangkutan bisa dicopot. Dia menyebut, bentuk evaluasi meliputi penggunaan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di kelas, kurikulum pendidikan, dan sistem pembiayaaan.
"Yang jelas kami tidak akan memberikan ijin pendirian RSBI baru," katanya.



Hasil evaluasi nanti, sambung Harun, akan mengerucut pada tiga opsi:

1.   Ada RSBI yang ditingkatkan statusnya menjadi SBI
2.   Tetap menjadi RSBI dengan mengikuti saran hasil evaluasi tim penilai
3.   Status sekolah RSBI diturunkan, atau akan menjadi sekolah reguler.
"Kebijakan evaluasi dilakukan sebab sejak berdiri lima tahun lalu belum pernah diadakan penilaian. Yang terjadi malah keberadaan RSBI menimbulkan masalah baru," terang Harun.


Sumber :
http://www.menkokesra.go.id/content/penghentian-rsbi-dinilai-tepat
http://www.tempo.co/read/news/2012/06/18/079411342/Pemerintah-Hentikan-Pengembangan-RSBI

Penilaian Objektif Tentang Roy Suryo Menjadi Menteri



Politikus Partai Demokrat—Roy Suryo, mengaku sudah ditelepon oleh pihak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengenai jabatan Menpora. Namun Roy Suryo sendiri memilih untuk menunggu pengumuman resmi.

"(Soal ditelepon) saya harus jawab iya, tapi bukan dari Pak SBY-nya langsung. Bisa saja saya hanya salah satu yang dihubungi. Saya nggak boleh ge-er, bisa saja saya hanya salah satu di antara yang lain. Tunggu saja pengumuman resmi," kata Roy Suryo kepada detikcom, Kamis (10/1/2013).

Perihal konfirmasi dari anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok bahwa dia telah ditunjuk sebagai Menpora, Roy tetap tak mau jumawa. "Mungkin Pak Mubarok sudah mendengar, tapi saya belum," lanjut Roy Suryo

Roy mengatakan siapa pun yang menjadi Menpora nantinya maka akan memikul tanggung jawab berat. Serangkaian tugas dan tanggung jawab penyelesaian kasus menanti Menpora selanjutnya.

"Tapi siapa pun yang jadi, tugas Menpora itu berat, mulai dari PSSI, persiapan Sea Games di Myanmar, kasus Hambalang," imbuh anggota Komisi I DPR itu.

Sementara itu Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi menyatakan, pengumuman Menpora itu akan dilakukan Jumat besok. "Akan diumumkan besok dan dipanggil. Kita tunggu, yang jelas akan diumumkan besok," kata Mensesneg Sudi Silalahi.
Angkatan Pemuda Partai Golkar (AMPG) menghargai pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menunjuk Roy Suryo sebagai Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) baru menggantikan Andi Mallarangeng. Namun, AMPG masih meragukan kapasitas Roy.

Menurut Wakil Ketua Umum AMPG, Andi Sinulingga, jabatan menteri mestinya diisi orang-orang yang memang kompeten di bidangnya. Begitu juga dengan jabatan Menpora yang seharusnya memiliki kriteria berdedikasi di bidang kemahasiswaan atau kepemudaan dan olahraga. Sedangkan Roy selama ini dikenal sebagai pakar telematika.

Andi pun yakin Roy tidak akan mampu berbuat apa-apa selama menjabat, termasuk menyelesaikan dualisme kepemimpinna di PSSI. "Roy Suryo bukan orang tepat untuk mengurusi PSSI. Jadi jangan berharap banyak kepada Roy Suryo," kata Andi, di sela-sela acara diskusi panel bertajuk Urgensi Nasionalisme Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan Yellow Forum for Young Leaders (YFYL) di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2013.

Politikus muda Golkar itu menduga presiden tidak menggunakan kriteria yang tepat saat memilih calon Menpora, kecuali kriteria bahwa menteri itu haruslah kader Partai Demokrat dan bukan dari kelompok Anas Urbaningrum. Akibatnya, jabatan tersebut tidak lagi memiliki prestise, karena memunculkan penilaian bahwa jabatan publik setingkat menteri bisa diperoleh oleh siapa pun dan dengan latar belakang apa saja.

"Penetapan tidak berkutalitas menjadikan sebuah jabatan publik tidak bekualitas. Itu bisa membuat citra buruk SBY," ujar Ketua Departemen Pemenangan Partai Golkar Wilayah Sumatera I tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo Notodiprojo, tidak ingin tugasnya terganggu dengan persoalan yang tidak menjadi inti dari persoalan kepemudaan dan olahraga.

"Hambalangan itu sebenarnya bagus, tapi karena ada penyimpang jadi ada persoalan yang bukan olah raga," katanya.

Koordinasi dengan seluruh jajaran seperti sesmenpora sampai calon staf khusus telah dilakukan Roy Suryo untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.

"Disiapkan sebaik-baiknya. Harus disiapkan, karena saya kan tidak memiliki latar belakang mengenai olahraga," katanya

Roy Suryo juga sudah melakukan komunikasi dengan mantan Menpora, seperti Andi Alifian Mallarangeng, Adhyaksa Dault dan Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman.

"Saya hari ini juga baru bertemu dengan Pak Akbar Tanjung," katanya.

Ditambahkan Roy Suryo, setelah dilantik dan pada rapat pertama nanti, dia akan berkoordinasi dan menegaskan jajarannya bahwa tugas pokok utama yang harus dilakukan adalah mengurusi hal teknis tentang pemuda dan olahraga, bukan proyek dan yang lainnya.

"Meski ada bidang sarana dan prasarana, tapi harus fokus harus sesuai dengan yang ada," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengankat Roy Suryo sebagai Menpora karena dianggap miliki kecapakan dari banyak kandidat menjadi menteri pemuda olahraga.

Setelah nama Roy Suryo diumukan, banyak orang yang tidak terlalu yakin dengan kemampuannya. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menambahkan, Roy berhasil melewati uji kepatutan dan kelayakan serta menyisihkan sejumlah kandidat lainnya.

"Jangan meng-underestimate (memandang rendah) orang ya. Belum tentu, jangan-jangan nanti dia hebat," ujarnya.


Sumber :

Banjir Jakarta 2013



Banjir Jakarta 2013 adalah bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2013 yang menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat. Banjir ini sebenarnya sudah dimulai sejak Desember 2012, dan baru mencapai puncaknya pada Januari 2013. Selain curah hujan yang tinggi sejak Desember 2012, sistem drainase yang buruk, dan jebolnya berbagai tanggul di wilayah Jakarta, banjir ini juga disebabkan meningkatnya volume 13 sungai yang melintasi Jakarta. Tercatat Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang juga mengalami hal yang sama pada masa ini.


Curah hujan
Hingga pertengahan Januari 2013, Jakarta tercatat mencapai rekor curah hujan hingga 250-300 mm, melebihi kondisi Banjir Jakarta 2002 yang mencapai 200 mm, namun masih di bawah kondisi Banjir Jakarta 2007 yang mencapai 340 mm.
Kepala BPPT, Tri Handoko Seto, menyatakan bahwa gelombang atmosfer, angin muson, dan osilasi diurnal menyebabkan tingginya curah hujan ini. Massa udara dari laut China selatan dan India bergerak ke selatan menuju pusat tekanan rendah di Australia. Massa udara ini kemudian mengalami pembelokan di sekitar Jakarta, akibat tekanan rendah di Samudera Indonesia, di sebelah barat daya Jakarta.


Masalah drainase
Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Tingginya curah hujan di kawasan bisnis MH Thamrin membuat jalanan tergenang pada tanggal 22 Desember, mulai dari Sarinah, Sabang hingga Monumen Nasional. Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Ery Basworo, menyatakan tingginya curah hujan sebagai penyebab buruknya genangan dan menyangkal adanya masalah drainase dan sampah. Buruknya genangan disebabkan pompa yang telah disediakan tidak mampu mengimbangi tingginya aliran air yang hendak dipindahkan ke Kanal Banjir Barat.
Namun pendapat ini dibantah oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Menteri Djoko Kirmanto, yang menegaskan masalah sampah yang menyumbat drainase dan menghalangi aliran air menuju pompa yang telah terpasang. Kementerian Pekerjaan Umum juga menjanjikan alokasi dana hingga 18 Triliun rupiah untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta.
Hal ini diperkuat lagi oleh fakta bahwa gorong-gorong di sekitar wilayah tersebut yang ternyata hanya berukuran 60 cm, dan belum pernah dibangun lagi semenjak tahun 1970an. Inisiatif Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk memeriksa drainase di Jalan MH Thamrin, membuat hal tersebut terungkap kepada publik dan akhirnya memunculkan ide untuk membangun Smart Tunnel untuk membantu mempercepat mengalirnya air ke laut.


Kerusakan tanggul
Sejak akhir tahun, telah terjadi beberapa kerusakan tanggul, dimulai dari tanggul di Kali Adem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada tanggal 13 Desember 2012. Kerusakan tanggul ini menyebabkan 500 rumah warga terendam air laut, serta dua warga hanyut. Akhirnya ratusan gubuk liar dibongkar untuk mempermudah masuknya alat berat guna memperbaiki tanggul. Lurah Pluit menjelaskan hempasan air laut pasang yang menggerus tanggul yang menyebabkan kerusakan ini.
Musibah kembali menyusul pada tanggal 20 Desember 2012, dengan jebolnya tanggul di Kali Cipinang. Akibatnya 979 warga terpaksa mengungsi ke GOR Makassar serta Jalan Pusdiklat Depnaker dan Jalan Masjid Suprapto tergenang, menutupi akses warga Pinang Ranti menuju Halim. Diketahui buruknya konstruksi tanggul yang tidak menggunakan rangka menyebabkan rusaknya tanggul ini.
Tanggul Kali Laya, Pekayon, Jakarta Timur, menyusul pada tanggal 24 Desember 2012, sehingga air merendam pemukiman sekitarnya. Dinding sungai yang mengalami kerusakan memiliki tinggi dua meter.
Pada Tanggal 15 Januari 2013, menyusul tanggul di Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, jebol dan menyebabkan banjir setinggi dua meter. Tanggul ini juga tercatat memiliki konstruksi buruk karena hanya dibuat dari karung pasir, sehingga tidak kuat menahan air Kali Pesanggrahan. Warga diungsikan ke bagian timur rel Pesing, namun kebanyakan bertahan di rumah masing-masing.
Pada tanggal 17 Januari 2013, tanggul Kanal Banjir Barat, di daerah Latuharhari juga jebol dan menyebabkan terendamnya kawasan perumahan mewah di Menteng dan berbagai kawasan bisnis di pusat kota. Perbaikan segera dilakukan namun terhambat arus lalu lintas.


Korban
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan jumlah resmi korban yang tercatat selama banjir Jakarta 2013, pada tanggal 18 Januari 2013, adalah 12 orang, dengan rincian 5 orang karena disetrum listrik, 2 orang karena kedinginan, 2 orang karena terpeleset atau jatuh, 1 orang karena hanyut, 1 orang karena usia lanjut, dan 1 orang sudah ditemukan meninggal di rumah.


Keadaan darurat banjir
Pada tanggal 17 Januari 2013, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengumumkan status darurat banjir untuk Jakarta setelah jatuhnya 5 korban jiwa dan 15.447 warga terpaksa mengungsi. Pada saat itu, BNPB mencatat banjir telah menggenangi 500 RT, 203 RW di 44 kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan.

Pemerintahan DKI Jakarta sendiri telah menyiapkan tiga strategi pencegahan banjir. Tiga strategi ini diharap mampu mengurangi banjir Jakarta tiap tahun. Tiga strategi itu adalah normalisasi kali, normalisasi sumur, dan pelebaran kali.

Untuk program nornalisasi kali, pemerintah DKI Jakarta telah memulainya dengan menggarap kali Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Sedang, untuk memperbaiki kualitas air tanah, Gubernur akan mengajukan 10 ribu sumur resapan pada tahun depan. Normalisasi sumur serapan perlu dilakukan sehingga dapat memperbaiki serapan air tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, proyek normalisasi PAS berjalan terus, termasuk Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan Cipinang. Normalisasi PAS yang direncanakan selesai pada 2014 akan menghilangkan 10 titik genangan di sepanjang kali seperti Bintaro.

Proyek tersebut, bakal berdampak pada pemindahan rumah warga yang berada di sekitar bantaran kali. "Orang harus pindah dulu," ujar Ery seusai ramah tamah di rumah dinas Wagub Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (25/12).

Untuk memindahkan masyarakat yang berada di bantaran kali, perlu rumah susun yang layak. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan pembangunan rusun. Gubernur telah berdiskusi dan mendatangi tempat yang akan direlokasi satu per satu.

Warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, kata Ery, bisa menjadi contoh masyarakat yang bakal terkena relokasi. Ini karena warga tersebut tidak mau dipindah jauh-jauh. Sebab, mata pencaharian mereka sehari-hari berada di sekitar Ciliwung.

Proyek penanganan banjir lainnya adalah melalui pelebaran kali. Pemerintah sedang menyiapkan pembebasan tanah sehingga bisa melaksanakannya tahun depan.


Sumber :

Wednesday, January 9, 2013

Kepemimpinan Manajerial

Menurut Stoner, kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Ada 3 implikasi penting dari definisi tersebut :

a.       Kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan atau pengikut.
b.      Kepeminpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaanyang tidak seimbang di antara para pemimpin dan anggota kelompok
c.       Pemimpin dapat mempergunakan pengaruh

Pendekatan-pendekatan studi kepemimpinan

Penelitian dan teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan, perilaku dan situasional “contingency” dalam studi tentang kepemimpinan.
Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat(traits) yang tampak. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasikan perilaku-perilaku (behaviors) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifat-sifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan  muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun dimana dia berada.
Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga, yaitu pandangan  situasional tentang kepemimpinan. Pandangan ketiga, yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektifitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi, tugas-tugas yang dilakukan,keterampilan dan pengharapan bawahan, lingkungan organisasi,pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan dan sebagainya. Pandangan ini menimbulkan pendekatan “contingency” pada kepemimpinan, yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektifitas situasi gaya kepemimpinan tertentu.


Pendekatan sifat-sifat kepemimpinan

Usaha sistematik pertama yang dilakukan oleh para psikolog dan para peneliti lainnya untuk memahami kepemimpinan adalah mengidentifikasikan sifat-sifat pemimpin. Sebagian besar penelitian-penelitian awal tentang kepemimpinan ini bermaksud untuk :

a.   Membandingkan sifat-sifat orang yang menjadi pemimpin dengan sifat-sifat yang menjadi pengikut
b.         Mengidentifikasikan ciri-ciri dan sifat yang dimiliki oleh para pemimpin efektif


Penemuan-penemuan lanjutan tentang sifat-sifat kepemimpinan

Seorang peneliti, Edwin Ghiselli dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukan sifat-sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut :
a.  Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksanaan fungsi-fungsi dasar manajemen, terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain
b.    Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses
c.       Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya pikir
d. Ketegasan (decisiveness) atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan tepat
e.  Kepercayaan diri atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah
f.     Inisiatif atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inovasi

Sedangkan Keith Davis megikthisarkan 4(empat) sifat utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi :

a.       Kecerdasan
b.      Kedewasaan dan keluasan berhubungan social
c.       Motivasi diri dorongan berprestasi
d.      Sikap-sikap hubungan manusiawi


Pendekatan perilaku kepemimpinan

Pendekatan-pendekatan kesifatan dalam kenyataannya tidak dapat menjelaskan apa yang menyebabkan kepemimpinan efektif. Oleh sebab itu pendekatan perilaku tidak lagi mencoba untuk mencari jawab sifat-sifat pemimpin, tetapi mencoba untuk menentukan apa yang dilakukan oleh para pemimpin efektif, bagaimana mereka mendelegasikan tugas, bagaimana mereka berkomunikasi dengan bawahan mereka dan memotivasinya, bagaimana mereka menjalankan tugas-tugas dan sebagainya. Tidak seperti sifat-sifat,bagaimanapun juga, perilaku-perilaku dapat dipelajari atau dikembangkan. Sehingga individu-individu dapat dilatih dengan perilaku-perilaku kepemimpinan yang tepat agar mampu memimpin lebih efektif.
Pendekatan perilaku memusatkan perhatiannya pada dua aspek perilaku kepemimpinan, yaitu fungsi-fungsi dan gaya-gaya kepemimpinan. Teori-teori dan penelitian-penelitian yang paling terkenal adalah
1.                   Teori X dan teori Y dari Douglas McGregor
2.                   Studi Michigan oleh ahli psikolog social Renssis Likert
3.                   Kisi-kisi Manajerial dari Blake dan Mouton
4.                   Studi Ohio State


Fungsi-fungsi Kepemimpinan

Pendekatan perilaku membahas orientasi atau identifikasi pemimpin. Aspek pertama pendekatan perilaku kepemimpinan menekankan pada fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dalam kelompoknya. Agar kelompok berjalan dengan efektif, seseorang harus melaksanakan dua fungsi utama

1.       Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (task-related) atau pemecahan masalah
2.       Fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (group-maintenance) atau sosial


Gaya-gaya Kepemimpinan

Ada dua gaya kepemimpinan yang telah diidentifikasikan oleh para ahli yaitu :
a.       Gaya dengan orientasi tugas (task-oriented)
   Manajer berorientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas yang dilaksanakan sesuai yang diinginkannya
b.      Gaya dengan orientasi karyawan (employee-oriented).
  Manajer berorientasi karyawan mencoba untuk lebih memotivasi bawahannya dibanding mengawasi mereka


Sumber :
http://blog.uin-malang.ac.id/fityanku/kepemimpinan/
http://sucistieww.blogspot.com/2012/10/kepemimpinan-manajerial.html